Kalau kalian mengikuti blog saya (earth to Tara, earth to Tara, nobody cares about your blog!) mestinya ngeh dengan my current obsession with
Garance Doré yang lumayan berefek sama diri saya. Efeknya; kepingin jadi full time blogger, full time photographer, live in New York, speak French, beli iPhone 4S, and so on. Saking terobsesinya, kali ini saya mau nulis tentang Le Fashion, which I rarely write because I ain't no fashionista.
Jadi, apakah kalian familiar dengan
Hana Tajima atau
Yuna? Hana Tajima adalah designer asal Inggris dan Yuna adalah musisi dari Malaysia. Keduanya berhijab. Dulu banget, mungkin agak aneh ya mendengar desainer yang biasa bikin baju aneh-aneh berjilbab atau musisi tapi berjilbab. Sekarang hal ini biasa kok, hijabers are everywhere and able to express themselves through fashion, writing, music,
everything. Sebagai pemakai jilbab, saya senang dong melihat perubahaan ini, bahwa jilbab ngga lagi dilihat sebagai pembatas yang kaku. Geliat fashion in hijab pun lumayan pesat, hal ini terlihat dari banyaknya fashion blogger yang juga buka clothing line khusus hijabers.

Gaya menutup kepala pun ngga lagi kaku, dari model ala-ala Rieka Roeslan, longgar ala Hana atau jilbab Inneke Koesherawati (ya ampun, jaman kapan ini sihhhh?), gaya modifikasi pakaian juga macem-macem, pokoknya yang dulu cuma kebayang atasan abaya dan celana panjang sekarang lebih dari itu. Ngga percaya? coba search kata "hijab" di
Lookbook.nu langsung muncul banyak referensi, even The Sartorialist pernah capturing perempuan berjilbab.
Di Jakarta juga banyak kok seliweran perempuan muda berhijab yang fashionable dan diantaranya ngga ada saya. It's not that I wasn't trying to be one of those girl with "hijab ala Hana Tajima" I tried kok, but failed. Karena muka saya jadi keliatan mbulet dan repot banget kalo mau wudhu karena harus lepasin dan rework on that fashionable hijab, I don't have that much of time. Jadilah saya dengan gaya berjilbab paling standar sedunia dan bikin temen-temen saya gemes karena they think I should follow the trend.
Well, I would love too (since I'm a pure follower instead of trendsetter) tapi terlalu ribet dan ngga nyaman dipakai, jadilah gini-gini aja. Tapi sejujurnya dengan banyaknya fashionable hijabers, ada sih beberapa penampilan yang menurut saya agak kurang cocok dipakai yang berjilbab karena entah terlalu ketat atau trying too hard ngga terlihat jilbabish tapi atas nama fashion, dihajar juga. Tapiiiii (janji deh ini tapi yang terakhir) ditengah maraknya fashion blogger yang berjilbab, kenapa banyak banget yang fotonya mangap sok seksi ala le model ya? I don't know, for me it doesn't look right aja sih.
Well, whatever your style is with or without fashionable hijab, just make sure that you're dressing for yourself not to please others or even worse for the sake of following the trends. C'mon people just be yourself!*
*I'll write a little about this be yourself thing on my next post.